Just another free Blogger theme









Selasa, 30 Agustus 2022

Dalam sebuah perangkat tentu tidak lepas dari arsitektur yang membentuk rangkaian secara fisik sehingga menghasilkan sebuah perangkat yang utuh yang dapat anda gunakan. Tidak terkecuali dengan firewal juga memiliki arsitektur dan jenis jenisnya yang dapat anda gunakan sesuai dengan kebutuhannya.

  • Jenis jenis Arsitektur Firewall.

Arsitektur adalah rangkaian secara fisik yang digambarkan dalam bentuk desain yang mewakili kerja dan fungsi dari sebuah benda.

    • Arsitektur Firewall dengan Dial UP
    • Arsitektur Firewall Singke Router
    • Arsitektur Firewall dengan Proxy Server
    • Arsitektur Firewall Kompleks
  • Jenis-jenis Firewall 
    1. Packet Filter Firewall
    2. Circuit level gateway
    3. Application level gateway
    4. Network Address Translation (NAT) firewall
    5. Virtual firewall
    6. Statefull Firewall
PRAKTEK
Contoh Penggunaan Firewall Jenis Packet Filter Firewall menggunakan Operating System Cisco dengan menggunakan Metode Access Control List (ACL)
  • ACL merupakan salah satu teknik selektivitas permintaan sambungan dalam komunikasi data untuk mengijinkan atau sebaliknya, sejumlah paket data dari suatu host-computer menuju ke tujuan tertentu.
Sebelum masuk ke langkah-langkah konfigurasi, kita akan membahas sedikit tentang Extended Access List.

Sesuai dengan namanya, Extended ACL, tentunya kemampuan dari access list ini lebih dari access list standard. Extended access list mencocokan paket dengan melihat asal trafik dan tujuannya. Tidak seperti pada standard access list, dimana hanya melihat dari asal trafik. 

Selain itu, access list extended juga mampu melakukan filterisasi trafik berdasarkan protokolnya, misalnya hanya trafik protokol icmp saja yang ingin di-drop. Atau misalnya mengijinkan trafik http untuk beberapa host saja.

Sebagai gambaran, berikut adalah perintah konfiguras access list extended :
access-list [nomor] [action] [protocol] [source] [destination] [extended_parameter]

Saya jelaskan sedikit maksud dari parameter-parameter di atas agar rekan rekan tidak bingung.

Parameter [nomor] pada numbered ACL mendefinisikan tipe access list terebut. Extended acces list menggunakan penomoran 100-199.

Parameter [action] yakni tindakan dari access list apabila ditemukan kecocokan antara kondisi paket  dengan rule acl. Terdapat tiga action yakni deny, permit, dan remark.

Parameter [protocol] mis tcp, udp dll

Parameter [source] merupakan definisi asal paket. Apakah paket yang ingin difilter adalah paket yang berasal dari sebuah host atau suatu network. 

Berikutnya, parameter [destination], yakni definisi tujuan paket. Inilah salah satu perbedaan dengan standard ACL, dimana kita harus mendefinisikan tujuan paketnya. Untuk opsi-opsi yang ada di dalam parameter tersebut kurang lebih sama dengan opsi-opsi pada parameter [source].

Kemudian ada parameter yang saya tuliskan sebagai [extended_parameter]. Parameter ini bergantung dari protokol yang kita pilih. Misalnya jika kita akan memfilter protokol tcp, maka pada parameter ini kita dapat menentukan nomor port atau layanan yang ingin di filter, misal http (www/80), ftp (21), atau dns (53).

Baiklah, selanjutnya kita akan masuk ke langkah-langkah konfigurasi access list.

Skenario 

Sebuah topologi terdiri dari 3 client dan 1 server dihubungkan oleh dua buah router. Client menggunakan network 192.168.1.0 dan subnetmask 255.255.255., sedangkan server menggunakan IP 8.8.8.8/24 dan jalur internet menggunakan network 12.12.12.0/30

Sebuah aturan baru diterapkan, yakni Layanan HTTP pada Server WWW hanya boleh diakses oleh PC2 dan PC3. Sementara Layanan FTP pada Server FTP hanya boleh diakses oleh PC1 dan PC3.  Trafik yang lainnya diijinkan dan seluruh client juga tetap bisa melakukan ping ke server.
Untuk topologinya adalah sebagai berikut :


Dari pernyataan di atas dapat diperoleh kesimpulan seperti berikut :
  • PC0 tidak bisa mengakses layanan HTTP pada Server WWW
  • PC1 tidak bisa mengakses layanan FTP pada Server FTP
  • Selain trafik yang difilter di atas, trafik yang lain tetap diijinkan

Konfigurasi ACL

Ada 2 metode yang bisa digunakan, pertama yakni drop some, accept all. Yang kedua adalah accept some, drop all. Pada skenario ini kita akan menggunakan drop some, accept all. Maksudnya adalah kita hanya akan memblokir trafik-trafik yang tidak diijinkan, selanjutnya mengijinkan semua trafik.

Pertama kita buat rule untuk memblokir akses dari PC1 ke Server WWW (HTTP) :
access-list 100 deny tcp host 192.168.1.2 host 8.8.8.8 eq www

Pada bagian protocol menggunakan tcpkarena tcp merupakan protokol yang membawa paket http request dari client menuju server.

eq merupakan perintah untuk mencocokan paket dengan nomor port atau layanan yang didefinisikan pada rule access list. Pada rule ini kita mendefinisikan layanan www yang akan diblok. Apabila ingin menggunakan nomor port, maka www bisa diganti dengan 80.

Kemudian kita buat rule kedua yakni memblokir akses PC2 ke Server FTP :
access-list 100 deny tcp host 192.168.1.3 host 8.8.8.8 eq ftp

Parameter ftp bisa diganti dengan nomor port ftp yakni 21.

Terakhir adalah mengijinkan trafik yang lainnya (termasuk trafik ping dan trafik dari PC3 ke kedua server) :
access-list 100 permit ip any any

Keterangan :
Protokol yang digunakan adalah IP karena protokol ini sudah mencakup protokol-protokol yang lain seperti tcp, udp, dan icmp (termasuk trafik tcp dari PC3).

Kalian juga dapat menggunakan nomor access list selain 100. ACL extended dapat menggunakan nomor dari 100 sampai dengan 199.

Setelah membuat rule ACL, kita bisa melihat list-nya dengan perintah do show access-list
10 deny tcp host 192.168.1.1 host 8.8.8.8 eq www
20 deny tcp host 192.168.1.2 host 8.8.8.8 eq ftp
30 permit ip any any

Langkah selanjutnya adalah meletakkan ACL pada interface router. Mengacu pada konsep extended ACL bahwa access list ditempatkan pada interface router yang paling dekat dengan source packet, maka ACL akan diletakkan di interface Gigabit0/1.
interface f0/1
ip access-group 100 in

parameter yang digunakan adalah in, karena trafik yang terjadi pada interface tersebut adalah trafik inbound (dari PC masuk ke interface router).

Berikut adalah step by step konfigurasi ACL untuk skenario ini :
ISP(config)# access-list 100 deny tcp host 192.168.1.2 host 8.8.8.8 eq www
ISP(config)# access-list 100 deny tcp host 192.168.1.3 host 8.8.8.8 eq ftp
ISP(config)# access-list 100 permit ip any any
ISP(config)#int f0/1
ISP(config-if)#ip access-group 100 in


yang terakhir adalah membuat Static Route
Static Route berfungsi agar bisa saling koneksi antar dua atau lebih jaringan yang berbeda networknya.

rumus Static Route :  Router(config)#ip route (network tujuan) (netmask) (gateway)

ISP(config)# ip route 8.8.8.0 255.255.255.0 12.12.12.2
INTERNET(config)# ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 12.12.12.1

Video Tutorial setting acl di Cisco Packet Tracer 👇



TUGAS PRAKTEK 
Kerjakanlah settingan acl di cisco packet tracer seperti video di atas dengan ketentuan sebagai berikut :
Network ID 192.168.1.0 di ganti menjadi 192.168.X.0
Network ID 12.12.12.0 di ganti menjadi 12.12.X.0
X = adalah nomor absen anda.
selanjutnya simpan hasil konfigurasi anda dengan ketentuan : namasiswa_noabsen

SILAHKAN UPLOAD PEKERJAAN ANDA DISINI 

Selasa, 16 Agustus 2022

Kompetensi Dasar 

  • 3.10 Mengevaluasi firewall jaringan 
  • 3.11 Menganalisis permasalahan firewall 
  • 4.10 Mengonfigurasi firewall jaringan 
  • 4.11 Memperbaiki konfigurasi firewall 

Pendahuluan Teknologi firewall sebenarnya sudah dibahas pada Buku Administrasi Sistem Jaringan kelas XII pada Bab VII Analisis Sistem Keamanan (Penerbit Erlangga). Meski begitu, belum sepenuhnya dibahas secara mendetail tentang keterkaitan firewall dengan konfigurasi routing . Pada bab ini , akan dijelaskan lebih lanjut tentang konsep kerja firewall, iptables, dan teknik pengontrolan IDS. Sebagai acuan dalam praktik, Anda harus kembali menyediakan dan mempersiapkan server berbasis Linux Debian minimal versi 9 (sudah dijelaskan pada Buku Administrasi Sistem Jaringan kelas XI). Bagaimana konsep teori serta cara mengonfigurasinya ? Simak , pahami , dan praktikkan materi pada bab ini.

Teknologi Firewall 

Firewall atau dinding api (dalam terminologi bahasa) dapat diartikan sebagai dinding perangkat atau perangkat lunak yang sengaja diciptakan untuk mengerjakan prosedur keamanan dalam networking. Firewall dalam sebuah networking bertugas memproteksi, menyaring keluar masuknya data dalam jaringan, serta menjamin setiap trafik data berjalan dengan baik serta sesuai ketentuan dan kebijakan yang telah ditetapkan. Sebagai contoh, komputer dengan IP address 192.168.100.1 tidak diizinkan mengakses web server local pada domain http://smk-elearning.net.

Perhatikan pada Gambar 2.1, diilustrasikan seorang user yang memiliki kecenderungan sebagai intruder. Intruder dapat dicegah atau diminimalisasi dengan menerapkan kebijakan firewall dalam sebuah router atau server yang secara khusus digunakan sebagai perangkat firewall. Intruder pada gambar tersebut dapat beraksi dari dalam jaringan lokal atau menyerang langsung server dari jaringan luar. Berdasarkan ilustrasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa fungsi firewall dalam jaringan adalah sebagai berikut. 
  1. Menyaring data, baik yang keluar maupun masuk sesuai dengan security policy yang telah ditetapkan. Dalam firewall, hanya terdapat dua jenis aksi, yaitu accept (diterima) dan deny (ditolak). 
  2. Melimit setiap request, baik in maupun out yang menuju atau keluar dari jaringan dan sebaliknya.
  3. Menjamin data yang ditransmisikan dalam terenkripsi dan terjaga privileged - nya untuk menjaga kerahasiaan informasi organisasi atau perusahaan serta keamanan data. 
  4. Mengatur hak akses user sesuai dengan kebijakan perusahaan untuk mencegah akses oleh pihak - pihak yang tidak memiliki hak terhadap jaringan dan server yang cenderung merusak sistem jaringan. 
  5. Meminimalisasi masuknya virus , trojan , spam , dan banner yang sering kali menghabiskan bandwidth serta menginfeksi komputer - komputer dalam jaringan. 
  6. Dapat dimanfaatkan sebagai forwarding atau redirect service layanan tertentu ke sebuah mesin dalam jaringan . Sebagai contoh , akses port 1000 SSH akan di - redirect - kan ke komputer dengan IP address 10.10.1.1 port 22. 
  7. Memodifikasi isi paket data yang ditransmisikan , seperti mengenkapsulasi paket dalam bentuk enkripsi. 
  8. Sebagai autentikasi paket data yang dikirimkan atau diterima. 
  9. Sebagai pengatur bandwidth , biasanya digunakan pada mesin - mesin berbasis MikroTik. 
  10. Merekam semua catatan kegiatan pada saat terjadinya transmisi data, baik keluar maupun masuk. 
  11. Mencegah atau memblok aktivitas yang dirasa mencurigakan , seperti melakukan DNS poisoning , SQL injection, dan XSS injection. 
Firewall terdiri atas dua kategori , yaitu jenis - jenis dan tipe dasar firewall yang perlu diketahui untuk memudahkan Anda dalam mengonfigurasinya. 
  1. Jenis - jenis Firewall Firewall dapat dibagi menjadi dua jenis , yaitu sebagai berikut. 
  • Software firewall adalah aplikasi yang dapat berbentuk program aplikasi serta sistem operasi yang diinstal dan dijalankan pada mesin komputer yang difungsikan sebagai sistem firewall jaringan sehingga teknik ini lebih murah biayanya.
  • Firewall berbentuk hardware ( branded ) adalah sistem firewall dengan seperangkat hardware yang telah terpasang software atau sistem operasi khusus. Firewall berbentuk hardware yang bertujuan mengelola keamanan jaringan , seperti Cisco RouterBOARD , dan Cyberoam NG . Kelemahan jenis firewall adalah biaya pemasangan dan maintenance yang lebih mahal dibandingkan software firewall.
Contoh Praktek Firewall 




 UJI PENGETAHUAN "Teknologi Firewall" KLIK DISINI


Sabtu, 13 Agustus 2022


UPK Program Keahlian TKJ akan di laksanakan sekitar bulan Desember Tahun 2022, dengan Penguji dari LSP SMK Negeri 2 Kota Tegal.

Skenario pelaksanaan UPK seperti skema topologi di bawah ini,

Skenario UPK 



di bawan ini adalah Video Tutorial setting NAT di Mikrotik



Selamat Belajar semoga sukses

TUGAS PRAKTEK 

Praktekkan video di atas dengan mengunakan Mikrotik yang telah disediakan oleh sekolah sampai berhasil, dan backup pekerjaan anda yang telah berhasil dan selanjutnya download hasil backupan tersebut dan disimpan ke dalam flasdisk. Upload kembali file backup yang di download di link Tugas di bawah ini.

Video Tutorial Backup di Mikrotik, ada di sini 👇



UPLOAD TUGAS SKENARIO UPK DISINI


Rabu, 27 Juli 2022

Subnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan berbagai variasi soal. Juga menjadi momok bagi student atau instruktur yang sedang menyelesaikan kurikulum CCNA 1 program CNAP (Cisco Networking Academy Program). Untuk menjelaskan tentang subnetting, saya biasanya menggunakan beberapa ilustrasi dan analogi yang sudah kita kenal di sekitar kita. Artikel ini sengaja saya tulis untuk rekan-rekan yang sedang belajar jaringan, yang mempersiapkan diri mengikuti ujian CCNA, dan yang sedang mengikuti pelatihan CCNA 1.

 

Sebenarnya subnetting itu apa dan kenapa harus dilakukan? Pertanyaan ini bisa dijawab dengan analogi sebuah jalan. Jalan bernama Gatot Subroto terdiri dari beberapa rumah bernomor 01-08, dengan rumah nomor 08 adalah rumah Ketua RT yang memiliki tugas mengumumkan informasi apapun kepada seluruh rumah di wilayah Jl. Gatot Subroto.

Ketika rumah di wilayah itu makin banyak, tentu kemungkinan menimbulkan keruwetan dan kemacetan. Karena itulah kemudian diadakan pengaturan lagi, dibuat gang-gang, rumah yang masuk ke gang diberi nomor rumah baru, masing-masing gang ada Ketua RTnya sendiri-sendiri. Sehingga ini akan memecahkan kemacetan, efiesiensi dan optimalisasi transportasi, serta setiap gang memiliki previledge sendiri-sendiri dalam mengelola wilayahnya. Jadilah gambar wilayah baru seperti di bawah:

Konsep seperti inilah sebenarnya konsep subnetting itu. Disatu sisi ingin mempermudah pengelolaan, misalnya suatu kantor ingin membagi kerja menjadi 3 divisi dengan masing-masing divisi memiliki 15 komputer (host). Disisi lain juga untuk optimalisasi dan efisiensi kerja jaringan, karena jalur lalu lintas tidak terpusat di satu network besar, tapi terbagi ke beberapa ruas-ruas gang. Yang pertama analogi Jl Gatot Subroto dengan rumah disekitarnya dapat diterapkan untuk jaringan adalah seperti NETWORK ADDRESS (nama jalan) dan HOST ADDRESS (nomer rumah). Sedangkan Ketua RT diperankan oleh BROADCAST ADDRESS (192.168.1.255), yang bertugas mengirimkan message ke semua host yang ada di network tersebut.

Masih mengikuti analogi jalan diatas, kita terapkan ke subnetting jaringan adalah seperti gambar di bawah. Gang adalah SUBNET, masing-masing subnet memiliki HOST ADDRESS dan BROADCAST ADDRESS.

Terus apa itu SUBNET MASK? Subnetmask digunakan untuk membaca bagaimana kita membagi jalan dan gang, atau membagi network dan hostnya. Address mana saja yang berfungsi sebagai SUBNET, mana yang HOST dan mana yang BROADCAST. Semua itu bisa kita ketahui dari SUBNET MASKnya. Jl Gatot Subroto tanpa gang yang saya tampilkan di awal bisa dipahami sebagai menggunakan SUBNET MASK DEFAULT, atau dengan kata lain bisa disebut juga bahwa Network tersebut tidak memiliki subnet (Jalan tanpa Gang). SUBNET MASK DEFAULT ini untuk masing-masing Class IP Address adalah sbb:

CLASSOKTET PERTAMASUBNET MAS DEFAULTPRIVATE ADDRESS
A1-127255.0.0.010.0.0.0-10.255.255.255
B128-191255.255.0.0172.16.0.0-172.31.255.255
C192-223255.255.255.0192.168.0.0-192.168.255.255

Perhitungan Subnetting

Setelah memahami konsep Subnetting dengan baik. Kali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.

Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.

Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:

Subnet MaskNilai CIDR
255.128.0.0/9
255.192.0.0/10
255.224.0.0/11
255.240.0.0/12
255.248.0.0/13
255.252.0.0/14
255.254.0.0/15
255.255.0.0/16
255.255.128.0/17
255.255.192.0/18
255.255.224.0/19
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.240.0/20
255.255.248.0/21
255.255.252.0/22
255.255.254.0/23
255.255.255.0/24
255.255.255.128/25
255.255.255.192/26
255.255.255.224/27
255.255.255.240/28
255.255.255.248/29
255.255.255.252/30

 SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C

Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?

Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).

Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:

  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
Subnet192.168.1.0192.168.1.64192.168.1.128192.168.1.192
Host Pertama192.168.1.1192.168.1.65192.168.1.129192.168.1.193
Host Terakhir192.168.1.62192.168.1.126192.168.1.190192.168.1.254
Broadcast192.168.1.63192.168.1.127192.168.1.191192.168.1.255

Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.

Subnet MaskNilai CIDR
255.255.255.128/25
255.255.255.192/26
255.255.255.224/27
255.255.255.240/28
255.255.255.248/29
255.255.255.252/30

 SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B

Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.

Subnet MaskNilai CIDR
255.255.128.0/17
255.255.192.0/18
255.255.224.0/19
255.255.240.0/20
255.255.248.0/21
255.255.252.0/22
255.255.254.0/23
255.255.255.0/24
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.255.128/25
255.255.255.192/26
255.255.255.224/27
255.255.255.240/28
255.255.255.248/29
255.255.255.252/30

Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.

Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet172.16.0.0172.16.64.0172.16.128.0172.16.192.0
Host Pertama172.16.0.1172.16.64.1172.16.128.1172.16.192.1
Host Terakhir172.16.63.254172.16.127.254172.16.191.254172.16.255.254
Broadcast172.16.63.255172.16.127.255172.16.191.255172.16..255.255

Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.

Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet172.16.0.0172.16.0.128172.16.1.0172.16.255.128
Host Pertama172.16.0.1172.16.0.129172.16.1.1172.16.255.129
Host Terakhir172.16.0.126172.16.0.254172.16.1.126172.16.255.254
Broadcast172.16.0.127172.16.0.255172.16.1.127172.16.255.255

Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A

Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.

Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.

Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
  3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
  1. 0.0.0
  2. 1.0.0
 
  1. 254.0.0
  2. 255.0.0
 
Host Pertama
  1. 0.0.1
  2. 1.0.1
 
  1. 254.0.1
  2. 255.0.1
 
Host Terakhir
  1. 0.255.254
  2. 1.255.254
 
  1. 254.255.254
  2. 255.255.254
 
Broadcast
  1. 0.255.255
  2. 1.255.255
 
  1. 254.255.255
  2. 255.255.255
 

Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya

Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x – 2

Sabtu, 02 Juli 2022

Syarat agar sebuah komputer dalam jaringan lokal dapat saling terhubung , antara lain sebagai berikut :

  • Menjalankan protokol jaringan yang sama ( misal TCP / IP ) . 
  • Menggunakan sistem pengalamatan yang sama , misal standar IPv4 atau IPv6 ( jika berbeda tidak bisa terkoneksi ).
  • Memiliki alamat network yang sama ( IPv4 ) . 
  • Memiliki alamat broadcast yang sama ( IPv4 ) .
  • Tidak memiliki alamat host yang sama karena akan terjadi crash ( IPv4 ) . 
NAT merupakan mekanisme menerjemahkan atau memetakan satu atau lebih IP address ke alamat network lainnya pada jaringan berbeda . 





UJI PENGETAHUAN KLIK DISINI

UPLOAD TUGAS MEMBUAT DNAT KLIK DISINI

Jika Anda menyewa sebuah sambungan internet dari ISP ABC, dengan besar bandwidth 10 Mbs (satu banding satu), biasanya akan diperoleh IP publik . Apakah itu IP publik ? IP publik adalah alamat jaringan yang dikenal di seluruh dunia sehingga dapat diakses dari belahan dunia mana pun selama terhubung dengan internet . Bagaimanakah Anda menghubungkan jaringan lokal perusahaan apabila dalam kantor terdapat lebih dari 200 komputer ? Apakah Anda akan menerapkan mekanisme routing statis atau dinamis ? Pertanyaan tersebut dapat Anda jawab dengan memahami beberapa persoalan berikut. 

  1. Ketika akan menerapkan routing statis , Anda harus mengetahui IP address router berikutnya hingga pada tujuan yang akan dicapai dengan cara mendaftarkannya pada tabel routing. Jika ingin terkoneksi dengan pengguna di Norwegia yang harus melewati 100 kali hops ( lompatan ) , Anda harus meregistrasikan IP address router tersebut pada tabel routing . Belum lagi untuk terkoneksi dengan pengguna lainnya di berbagai belahan dunia . Oleh karena itu, sistem ini tidak efektif dan merepotkan. 
  2. Solusi kedua adalah dengan menerapkan routing dinamis . Routing dinamis dapat dilakukan dengan mengenalkan network terdekat yang terhubung langsung ke router Anda ( anggap saja routing RIP ) . Jika router Anda memiliki koneksi dengan ratusan network , Anda akan memiliki ratusan informasi routing dalam tabel routing . Apalagi tidak semua koneksi di dunia menggunakan protokol routing dinamis yang sama , baik itu OSPF , BGP , maupun EIGRP . Setiap routing dinamis pasti akan tersimpul dan tertumpu pada sebuah router pusat sehingga memerlukan resource yang besar untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut. 
Simpulannya, solusi menerapkan routing agar terkoneksi dengan jaringan luar ( skala besar ) termasuk kurang efisien . Alternatif yang dapat dilakukan adalah NAT . NAT memudahkan administrator jaringan untuk menyediakan akses ke jaringan yang lebih besar tanpa perlu repot mengetahui dan mendaftarkan setiap network yang terhubung dengan router utama . NAT merupakan mekanisme menerjemahkan atau memetakan satu atau lebih IP address ke alamat network lainnya pada jaringan berbeda . Contoh yang paling sering digunakan adalah alokasi NAT sebuah IP publik untuk 200 komputer jaringan lokal suatu perusahaan.






Network Address Translation atau lebih sering dikenal dengan NAT adalah penerapan firewall dalam sebuah jaringan , khususnya tentang pendistribusian sebuah koneksi internet pada jaringan lokal . Selain NAT , dikenal pula istilah PAT atau Port Address Translation yang sering kali dihubungkan dengan mekanisme me - redirect - kan port server menuju port lainnya dalam jaringan internal. Bahkan, kedua metode ini sering digunakan untuk membantu aturan firewall ketika Anda membangun transparent proxy. Bagaimana konsep teori serta cara mengonfigurasi NAT dan PAT ? Simak, pahami, dan praktikkan materi dan petunjuk dalam bab ini.

Minggu, 26 Juni 2022

Istilah gateway mungkin bagi peserta didik kelas XII bukanlah sesuatu hal yang baru . Apalagi pada materi Administrasi Infrastruktur Jaringan kelas XI , Anda telah mempelajari tentang sistem routing , baik itu routing statis maupun routing dinamis . Gateway sendiri memiliki makna sebagai jembatan penghubung . Hal yang mungkin terbayang dalam pikiran Anda adalah sebuah jembatan penghubung jalan yang terpisah oleh sungai atau selat lautan . Secara filosofi , gateway dalam jaringan merupakan jalur penghubung mirip jembatan di atas sungai tersebut . Masih ingatkah Anda tentang persyaratan sebuah komputer dalam jaringan lokal untuk dapat saling terhubung ? Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi , antara lain sebagai berikut, 
  1. Menjalankan protokol jaringan yang sama , misalnya TCP / IP .
  2. Menggunakan sistem pengalamatan yang sama , misalnya standar IPv4 atau IPv6 ( jika berbeda tidak dapat terkoneksi ) . 
  3. Memiliki alamat network yang sama ( IPv4 ). 
  4. Memiliki alamat broadcast yang sama ( IPv4 ). 
  5. Tidak memiliki alamat host yang sama karena akan terjadi crash ( IPv4 ) . 
Jika kelima persyaratan tersebut tidak terpenuhi , koneksi antarterminal dalam jaringan tidak akan terjalin dengan baik . Sebagai contoh , dalam sebuah jaringan terdapat lima komputer dengan konfigurasi IP address berbeda - beda . Tahukah Anda , komputer dengan IP address mana saja yang dapat terkoneksi dengan IP address 192.168.1.126/25 ? Untuk mengetahuinya , dapat dilakukan komparasi antara PC1 ( 192.168.1.126/25 ) dan PC2 hingga PC5.




ZONA  AKTIVITAS 

Uji Pengetahuan KLI DISINI



Network Address Translation atau NAT adalah proses di mana perangkat jaringan seperti firewall dan router memberikan alamat publik ke satu atau beberapa komputer di dalam jaringan pribadi.

Penggunaan utama NAT adalah untuk membatasi jumlah alamat IP publik yang digunakan oleh organisasi atau perusahaan, baik untuk tujuan komersial maupun keamanan.

Proses NAT sendiri adalah sebenarnya cukup sederhana lho Golden friends! Intinyak, alamat IP lokal akan diterjemahkan ke dalam alamat IP global untuk menyediakan akses ke host lokal. 

Selain itu, NAT juga melakukan terjemahan nomor port dengan cara mengganti nomor port host dengan nomor port lain pada paket yang akan dikirim ke tujuan.

Network Address Translation (NAT) membatasi jumlah alamat IP pribadi di internet dengan mengaktifkan dan menerjemahkannya ke alamat IP yang tidak terdaftar online.

Sebelum NAT meneruskan paket antara jaringan yang terhubung, NAT menerjemahkan alamat jaringan internal pribadi menjadi alamat yang legal dan unik secara global.

Nah, umumnya pada sebuah konfigurasi NAT ada satu alamat IP publik yang digunakan oleh seluruh jaringan lokal untuk mengakses internet secara lebih efektif dan juga aman.Selain memungkinkan perangkat pribadi mengakses internet menggunakan alamat IP publik,  network address translation juga mempunyai banyak kegunaan lain lho Golden friends!

Pada beberapa jaringan, terdapat server yang bertindak sebagai server web dan memerlukan akses internet. Server ini d nantinya diberi alamat IP publik yang bisa diakses siapa saja.

Untuk menjaga keamanan jaringan web server tersebut, Anda menerapkan lapisan keamanan seperti memasang firewall atau menentukan port mana yang dapat diakses pada alamat tersebut. 

Nah, disini NAT memungkinkan admin jaringan tersebut untuk mengarahkan traffic jaringan dan juga mengakses lebih banyak port, sambil membatasi akses di firewall.

Sabtu, 25 Juni 2022

PERSIAPAN UJI KOM (LSP P1) KEJURUAN TA 2024/2025

Download Soal Praktik VLAN di Mikrotik di SINI

Download Penyeselaian dan Pembahasan Soal Praktik VLAN di Mikrotik di SINI

 Persiapan Awal UPK



 Download Materi AIJ KLIK DISISNI

TUTORIAL MIKROTIK MTCNA Download KLIK DISINI

TUTORIAL MIKROTIK MTCRE Download KLIK DISINI

MODUL C3 ADMINISTRASI SISTEM JARINGAN Download KLIK DISINI

MODUL C3 TEKNOLOGI LAYANAN JARINGAN Download KLIK DISINI

MODUL C3 ADMINISTRASI INFRASTRUKTUR JARINGAN Download KLIK DISINI

MODUL C3 TEKNOLOGI JARINGAN BERBASIS LUAS Download KLIK DISINI

Download Struktur K13 Revisi 2018 TKJ KLIK DISINI

Download Kurikulum SMK IDN KLIK DISINI

Kamis, 23 Juni 2022

UPK

download soal UPK Tahun 2022  Klik disini

Pembahasan UPK Tahun 2019/2020 P2  Klik disini

download soal UPK yang sudah di edit Tahun 2020  Klik disini

DOWNLOAD CONTOH PROPOSAL PROXY SERVER DI SINI

System Operasi VOIP "Birker 1.4" 👉

System Operasi VOIP "Birker 2.1.1" 👉

Download Mikrotik All in One KLIK DISINI

  
Aplikasi Simulasi Cisco "Packet Tracer" 👉

  
Aplikasi Simulasi Cisco "Packet Tracer Mobile" 👉         

download WINBOX 3.16 KLIK DISINI
download WINBOX 3.17 KLIK DISINI
download WINBOX 3.3 KLIK DISINI
download WINBOX 3.4 KLIK DISINI
download WINBOX 3.7(64bit) KLIK DISINI
download WINBOX 3.7(32bit) KLIK DISINI

TUTORIAL MIKROTIK download KLIK DISINI