Just another free Blogger theme









Rabu, 27 Juli 2022

Subnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan berbagai variasi soal. Juga menjadi momok bagi student atau instruktur yang sedang menyelesaikan kurikulum CCNA 1 program CNAP (Cisco Networking Academy Program). Untuk menjelaskan tentang subnetting, saya biasanya menggunakan beberapa ilustrasi dan analogi yang sudah kita kenal di sekitar kita. Artikel ini sengaja saya tulis untuk rekan-rekan yang sedang belajar jaringan, yang mempersiapkan diri mengikuti ujian CCNA, dan yang sedang mengikuti pelatihan CCNA 1.

 

Sebenarnya subnetting itu apa dan kenapa harus dilakukan? Pertanyaan ini bisa dijawab dengan analogi sebuah jalan. Jalan bernama Gatot Subroto terdiri dari beberapa rumah bernomor 01-08, dengan rumah nomor 08 adalah rumah Ketua RT yang memiliki tugas mengumumkan informasi apapun kepada seluruh rumah di wilayah Jl. Gatot Subroto.

Ketika rumah di wilayah itu makin banyak, tentu kemungkinan menimbulkan keruwetan dan kemacetan. Karena itulah kemudian diadakan pengaturan lagi, dibuat gang-gang, rumah yang masuk ke gang diberi nomor rumah baru, masing-masing gang ada Ketua RTnya sendiri-sendiri. Sehingga ini akan memecahkan kemacetan, efiesiensi dan optimalisasi transportasi, serta setiap gang memiliki previledge sendiri-sendiri dalam mengelola wilayahnya. Jadilah gambar wilayah baru seperti di bawah:

Konsep seperti inilah sebenarnya konsep subnetting itu. Disatu sisi ingin mempermudah pengelolaan, misalnya suatu kantor ingin membagi kerja menjadi 3 divisi dengan masing-masing divisi memiliki 15 komputer (host). Disisi lain juga untuk optimalisasi dan efisiensi kerja jaringan, karena jalur lalu lintas tidak terpusat di satu network besar, tapi terbagi ke beberapa ruas-ruas gang. Yang pertama analogi Jl Gatot Subroto dengan rumah disekitarnya dapat diterapkan untuk jaringan adalah seperti NETWORK ADDRESS (nama jalan) dan HOST ADDRESS (nomer rumah). Sedangkan Ketua RT diperankan oleh BROADCAST ADDRESS (192.168.1.255), yang bertugas mengirimkan message ke semua host yang ada di network tersebut.

Masih mengikuti analogi jalan diatas, kita terapkan ke subnetting jaringan adalah seperti gambar di bawah. Gang adalah SUBNET, masing-masing subnet memiliki HOST ADDRESS dan BROADCAST ADDRESS.

Terus apa itu SUBNET MASK? Subnetmask digunakan untuk membaca bagaimana kita membagi jalan dan gang, atau membagi network dan hostnya. Address mana saja yang berfungsi sebagai SUBNET, mana yang HOST dan mana yang BROADCAST. Semua itu bisa kita ketahui dari SUBNET MASKnya. Jl Gatot Subroto tanpa gang yang saya tampilkan di awal bisa dipahami sebagai menggunakan SUBNET MASK DEFAULT, atau dengan kata lain bisa disebut juga bahwa Network tersebut tidak memiliki subnet (Jalan tanpa Gang). SUBNET MASK DEFAULT ini untuk masing-masing Class IP Address adalah sbb:

CLASSOKTET PERTAMASUBNET MAS DEFAULTPRIVATE ADDRESS
A1-127255.0.0.010.0.0.0-10.255.255.255
B128-191255.255.0.0172.16.0.0-172.31.255.255
C192-223255.255.255.0192.168.0.0-192.168.255.255

Perhitungan Subnetting

Setelah memahami konsep Subnetting dengan baik. Kali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.

Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.

Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:

Subnet MaskNilai CIDR
255.128.0.0/9
255.192.0.0/10
255.224.0.0/11
255.240.0.0/12
255.248.0.0/13
255.252.0.0/14
255.254.0.0/15
255.255.0.0/16
255.255.128.0/17
255.255.192.0/18
255.255.224.0/19
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.240.0/20
255.255.248.0/21
255.255.252.0/22
255.255.254.0/23
255.255.255.0/24
255.255.255.128/25
255.255.255.192/26
255.255.255.224/27
255.255.255.240/28
255.255.255.248/29
255.255.255.252/30

 SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C

Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?

Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).

Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:

  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
Subnet192.168.1.0192.168.1.64192.168.1.128192.168.1.192
Host Pertama192.168.1.1192.168.1.65192.168.1.129192.168.1.193
Host Terakhir192.168.1.62192.168.1.126192.168.1.190192.168.1.254
Broadcast192.168.1.63192.168.1.127192.168.1.191192.168.1.255

Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.

Subnet MaskNilai CIDR
255.255.255.128/25
255.255.255.192/26
255.255.255.224/27
255.255.255.240/28
255.255.255.248/29
255.255.255.252/30

 SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B

Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.

Subnet MaskNilai CIDR
255.255.128.0/17
255.255.192.0/18
255.255.224.0/19
255.255.240.0/20
255.255.248.0/21
255.255.252.0/22
255.255.254.0/23
255.255.255.0/24
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.255.128/25
255.255.255.192/26
255.255.255.224/27
255.255.255.240/28
255.255.255.248/29
255.255.255.252/30

Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.

Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet172.16.0.0172.16.64.0172.16.128.0172.16.192.0
Host Pertama172.16.0.1172.16.64.1172.16.128.1172.16.192.1
Host Terakhir172.16.63.254172.16.127.254172.16.191.254172.16.255.254
Broadcast172.16.63.255172.16.127.255172.16.191.255172.16..255.255

Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.

Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet172.16.0.0172.16.0.128172.16.1.0172.16.255.128
Host Pertama172.16.0.1172.16.0.129172.16.1.1172.16.255.129
Host Terakhir172.16.0.126172.16.0.254172.16.1.126172.16.255.254
Broadcast172.16.0.127172.16.0.255172.16.1.127172.16.255.255

Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A

Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.

Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.

Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
  3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
  1. 0.0.0
  2. 1.0.0
 
  1. 254.0.0
  2. 255.0.0
 
Host Pertama
  1. 0.0.1
  2. 1.0.1
 
  1. 254.0.1
  2. 255.0.1
 
Host Terakhir
  1. 0.255.254
  2. 1.255.254
 
  1. 254.255.254
  2. 255.255.254
 
Broadcast
  1. 0.255.255
  2. 1.255.255
 
  1. 254.255.255
  2. 255.255.255
 

Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya

Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x – 2

Sabtu, 02 Juli 2022

Syarat agar sebuah komputer dalam jaringan lokal dapat saling terhubung , antara lain sebagai berikut :

  • Menjalankan protokol jaringan yang sama ( misal TCP / IP ) . 
  • Menggunakan sistem pengalamatan yang sama , misal standar IPv4 atau IPv6 ( jika berbeda tidak bisa terkoneksi ).
  • Memiliki alamat network yang sama ( IPv4 ) . 
  • Memiliki alamat broadcast yang sama ( IPv4 ) .
  • Tidak memiliki alamat host yang sama karena akan terjadi crash ( IPv4 ) . 
NAT merupakan mekanisme menerjemahkan atau memetakan satu atau lebih IP address ke alamat network lainnya pada jaringan berbeda . 





UJI PENGETAHUAN KLIK DISINI

UPLOAD TUGAS MEMBUAT DNAT KLIK DISINI

Jika Anda menyewa sebuah sambungan internet dari ISP ABC, dengan besar bandwidth 10 Mbs (satu banding satu), biasanya akan diperoleh IP publik . Apakah itu IP publik ? IP publik adalah alamat jaringan yang dikenal di seluruh dunia sehingga dapat diakses dari belahan dunia mana pun selama terhubung dengan internet . Bagaimanakah Anda menghubungkan jaringan lokal perusahaan apabila dalam kantor terdapat lebih dari 200 komputer ? Apakah Anda akan menerapkan mekanisme routing statis atau dinamis ? Pertanyaan tersebut dapat Anda jawab dengan memahami beberapa persoalan berikut. 

  1. Ketika akan menerapkan routing statis , Anda harus mengetahui IP address router berikutnya hingga pada tujuan yang akan dicapai dengan cara mendaftarkannya pada tabel routing. Jika ingin terkoneksi dengan pengguna di Norwegia yang harus melewati 100 kali hops ( lompatan ) , Anda harus meregistrasikan IP address router tersebut pada tabel routing . Belum lagi untuk terkoneksi dengan pengguna lainnya di berbagai belahan dunia . Oleh karena itu, sistem ini tidak efektif dan merepotkan. 
  2. Solusi kedua adalah dengan menerapkan routing dinamis . Routing dinamis dapat dilakukan dengan mengenalkan network terdekat yang terhubung langsung ke router Anda ( anggap saja routing RIP ) . Jika router Anda memiliki koneksi dengan ratusan network , Anda akan memiliki ratusan informasi routing dalam tabel routing . Apalagi tidak semua koneksi di dunia menggunakan protokol routing dinamis yang sama , baik itu OSPF , BGP , maupun EIGRP . Setiap routing dinamis pasti akan tersimpul dan tertumpu pada sebuah router pusat sehingga memerlukan resource yang besar untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut. 
Simpulannya, solusi menerapkan routing agar terkoneksi dengan jaringan luar ( skala besar ) termasuk kurang efisien . Alternatif yang dapat dilakukan adalah NAT . NAT memudahkan administrator jaringan untuk menyediakan akses ke jaringan yang lebih besar tanpa perlu repot mengetahui dan mendaftarkan setiap network yang terhubung dengan router utama . NAT merupakan mekanisme menerjemahkan atau memetakan satu atau lebih IP address ke alamat network lainnya pada jaringan berbeda . Contoh yang paling sering digunakan adalah alokasi NAT sebuah IP publik untuk 200 komputer jaringan lokal suatu perusahaan.






Network Address Translation atau lebih sering dikenal dengan NAT adalah penerapan firewall dalam sebuah jaringan , khususnya tentang pendistribusian sebuah koneksi internet pada jaringan lokal . Selain NAT , dikenal pula istilah PAT atau Port Address Translation yang sering kali dihubungkan dengan mekanisme me - redirect - kan port server menuju port lainnya dalam jaringan internal. Bahkan, kedua metode ini sering digunakan untuk membantu aturan firewall ketika Anda membangun transparent proxy. Bagaimana konsep teori serta cara mengonfigurasi NAT dan PAT ? Simak, pahami, dan praktikkan materi dan petunjuk dalam bab ini.

Minggu, 26 Juni 2022

Istilah gateway mungkin bagi peserta didik kelas XII bukanlah sesuatu hal yang baru . Apalagi pada materi Administrasi Infrastruktur Jaringan kelas XI , Anda telah mempelajari tentang sistem routing , baik itu routing statis maupun routing dinamis . Gateway sendiri memiliki makna sebagai jembatan penghubung . Hal yang mungkin terbayang dalam pikiran Anda adalah sebuah jembatan penghubung jalan yang terpisah oleh sungai atau selat lautan . Secara filosofi , gateway dalam jaringan merupakan jalur penghubung mirip jembatan di atas sungai tersebut . Masih ingatkah Anda tentang persyaratan sebuah komputer dalam jaringan lokal untuk dapat saling terhubung ? Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi , antara lain sebagai berikut, 
  1. Menjalankan protokol jaringan yang sama , misalnya TCP / IP .
  2. Menggunakan sistem pengalamatan yang sama , misalnya standar IPv4 atau IPv6 ( jika berbeda tidak dapat terkoneksi ) . 
  3. Memiliki alamat network yang sama ( IPv4 ). 
  4. Memiliki alamat broadcast yang sama ( IPv4 ). 
  5. Tidak memiliki alamat host yang sama karena akan terjadi crash ( IPv4 ) . 
Jika kelima persyaratan tersebut tidak terpenuhi , koneksi antarterminal dalam jaringan tidak akan terjalin dengan baik . Sebagai contoh , dalam sebuah jaringan terdapat lima komputer dengan konfigurasi IP address berbeda - beda . Tahukah Anda , komputer dengan IP address mana saja yang dapat terkoneksi dengan IP address 192.168.1.126/25 ? Untuk mengetahuinya , dapat dilakukan komparasi antara PC1 ( 192.168.1.126/25 ) dan PC2 hingga PC5.




ZONA  AKTIVITAS 

Uji Pengetahuan KLI DISINI



Network Address Translation atau NAT adalah proses di mana perangkat jaringan seperti firewall dan router memberikan alamat publik ke satu atau beberapa komputer di dalam jaringan pribadi.

Penggunaan utama NAT adalah untuk membatasi jumlah alamat IP publik yang digunakan oleh organisasi atau perusahaan, baik untuk tujuan komersial maupun keamanan.

Proses NAT sendiri adalah sebenarnya cukup sederhana lho Golden friends! Intinyak, alamat IP lokal akan diterjemahkan ke dalam alamat IP global untuk menyediakan akses ke host lokal. 

Selain itu, NAT juga melakukan terjemahan nomor port dengan cara mengganti nomor port host dengan nomor port lain pada paket yang akan dikirim ke tujuan.

Network Address Translation (NAT) membatasi jumlah alamat IP pribadi di internet dengan mengaktifkan dan menerjemahkannya ke alamat IP yang tidak terdaftar online.

Sebelum NAT meneruskan paket antara jaringan yang terhubung, NAT menerjemahkan alamat jaringan internal pribadi menjadi alamat yang legal dan unik secara global.

Nah, umumnya pada sebuah konfigurasi NAT ada satu alamat IP publik yang digunakan oleh seluruh jaringan lokal untuk mengakses internet secara lebih efektif dan juga aman.Selain memungkinkan perangkat pribadi mengakses internet menggunakan alamat IP publik,  network address translation juga mempunyai banyak kegunaan lain lho Golden friends!

Pada beberapa jaringan, terdapat server yang bertindak sebagai server web dan memerlukan akses internet. Server ini d nantinya diberi alamat IP publik yang bisa diakses siapa saja.

Untuk menjaga keamanan jaringan web server tersebut, Anda menerapkan lapisan keamanan seperti memasang firewall atau menentukan port mana yang dapat diakses pada alamat tersebut. 

Nah, disini NAT memungkinkan admin jaringan tersebut untuk mengarahkan traffic jaringan dan juga mengakses lebih banyak port, sambil membatasi akses di firewall.

Sabtu, 25 Juni 2022

PERSIAPAN UJI KOM (LSP P1) KEJURUAN TA 2024/2025

Download Soal Praktik VLAN di Mikrotik di SINI

Download Penyeselaian dan Pembahasan Soal Praktik VLAN di Mikrotik di SINI

 Persiapan Awal UPK



 Download Materi AIJ KLIK DISISNI

TUTORIAL MIKROTIK MTCNA Download KLIK DISINI

TUTORIAL MIKROTIK MTCRE Download KLIK DISINI

MODUL C3 ADMINISTRASI SISTEM JARINGAN Download KLIK DISINI

MODUL C3 TEKNOLOGI LAYANAN JARINGAN Download KLIK DISINI

MODUL C3 ADMINISTRASI INFRASTRUKTUR JARINGAN Download KLIK DISINI

MODUL C3 TEKNOLOGI JARINGAN BERBASIS LUAS Download KLIK DISINI

Download Struktur K13 Revisi 2018 TKJ KLIK DISINI

Download Kurikulum SMK IDN KLIK DISINI

Kamis, 23 Juni 2022

UPK

download soal UPK Tahun 2022  Klik disini

Pembahasan UPK Tahun 2019/2020 P2  Klik disini

download soal UPK yang sudah di edit Tahun 2020  Klik disini

DOWNLOAD CONTOH PROPOSAL PROXY SERVER DI SINI

System Operasi VOIP "Birker 1.4" 👉

System Operasi VOIP "Birker 2.1.1" 👉

Download Mikrotik All in One KLIK DISINI

  
Aplikasi Simulasi Cisco "Packet Tracer" 👉

  
Aplikasi Simulasi Cisco "Packet Tracer Mobile" 👉         

download WINBOX 3.16 KLIK DISINI
download WINBOX 3.17 KLIK DISINI
download WINBOX 3.3 KLIK DISINI
download WINBOX 3.4 KLIK DISINI
download WINBOX 3.7(64bit) KLIK DISINI
download WINBOX 3.7(32bit) KLIK DISINI

TUTORIAL MIKROTIK download KLIK DISINI

Senin, 16 Mei 2022

Cisco Adalah – Pernah dengar istilah Cisco? Apakah Cisco sebuah perusahaan atau alat yang diciptakan masih banyak yang belum tahu pengertiannya. Buat kamu yang bekerja di bidang telekomunikasi pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah ini. Cisco adalah peralatan namun juga merupakan nama perusahaan yang menciptakan serta mengembangkan alat untuk membuat jaringan ini. Seperti apa asal mula Cisco dan bagaimana teknologinya

Apa Itu Cisco dan Asal Usulnya

Menurut pengertiannya dari segi alat, Cisco adalah peralatan yang digunakan untuk jarrian are luas atau dikenal dengan Wide Area Network (WAN). Cisco router menjadi alat yang membantu informasi agar bisa diteruskan ke banyak alamat berjauhan serta jaringan komputer lain.

Tujuannya adalah bisa meneruskan paket dari antar jaringan LAN. Terdapat tabel dan protokol routing yang fungsinya mengatur lalu lintas data.

Nantinya paket data akan diperiksa terlebih dahulu saat tiba di router baru diteruskan ke alamat tujuan.

Apa Itu Cisco

Ada sebuah proses data yang sebaiknya dilakukan dengan cepat hingga akhirnya data diteruskan. Di sinilah Cisco router berfungsi dengan memanfaatkan CPU dan Central Processing Unit (CPU) dalam memproses lalu lintas data.

Dilihat dari pengertiannya, maka tanpa adanya Cisco, paket data mungkin saja tidak bisa diteruskan dengan waktu cepat.

Inilah yang sering membuat jaringan lambat atau tidak sampai sama sekali.

Asal usul dari Cisco ternyata sudah dimulai sejak tahun 1980 oleh pasangan suami istri yitu Len dan Sandy Bosack.

Keduanya yang bekerja di perusahaan komputer berbeda mengalami kesulitan bekerja dengan komputer yang tidak bisa berkomunikasi dengan cepat.

Melalui kesulitan tersebutlah, Len dan Sandy menciptakan gateway yang ditempatkan di ruang tamu. Baru pada tahun 1984, muncul produk bernama cisco yang menjadi asal mula dunia networking.

Terciptakan server cisco mengubah dunia networking bahkan sampai sekarang.

Hingga barulah pada tahun 1992, didirikan perusahaan Cisco System. Apabila dilihat dari asal usulnya, maka sudah sangat jelas bahwa cisco sebenarnya merupakan alat bukan perusahaan.

Setelah server cisco diciptakan, barulah perusahaannya dibentuk dan masih berdiri hingga sekarang.

Produk Keluaran Cisco

Produk Keluaran Cisco

Pernah mendengar The Old Alphabet Soup Product? Istilah inilah yang digunakan untuk menamai produk-produk keluaran CIsco pertama kali.

Karena perusahaan Cisco adalah yang pertama dan hingga kini masih memimpin dunia jaringan networking.

Belum ada yang menandingi Cisco dan merekalah perusahaan yang telah mencetak sejarah besar. Manusia jadi lebih mudah untuk melakukan komunikasi hingga saling mengirim data.

Tanpa memikirkan soal waktu, tempat hingga platform yang digunakan.

Berikut inilah yang merupakan produk keluaran cisco pertama kali.

  • AGS yaitu Advanced Gateway Server
  • MGS yaitu Mid Range Gateway Server
  • CGS yaitu Integrated Gateway Server
  • AGS+ yaitu Advanced Gateway Server Plus

Fungsi Cisco sesuai Bagian-Bagiannya

Fungsi Cisco

Cisco adalah alat yang digunakan dalam networking di mana fungsi secara umum adalah merancang sistem atau topologi jaringan yang bisa diterapkan di dunia kerja atau nyata.

Karena jika perencanaan dilakukan tanpa adanya bantuan cisco maka biaya tinggi harus dipersiapkan.

Justru dengan adanya cisco, tidak perlu melakukan rancangan dari tenaga profesional. Cukup menggunakan alat ini maka aplikasi bisa dibuat tanpa mengeluarkan biaya besar.

Alatnya pun terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi masing-masing yaitu:

1. RAMPada alat cisco tertanam RAM yang fungsi utamanya sebagai penyimpanan konfigurasi saat berjalan serta sistem IOS yang digunakan. Selain itu juga berfungsi dalam penyimpanan routing table, pengelolaan antrian paket, RAM pada cisco bekerja sebagai penyedia memori sementara saat terjadi konfigurasi file dan menangani paket buffer. Ketika nantinya sumber daya hilang hilang saat direstart maka data juga ikut hilang.2. Flash Memory

Penyimpanan Operating System Image terjadi di dalam flash memory dan ada banyak versi IOS di dalamnya yang bisa disimpan. Berkat flash memory, ketika router cisco kehilangan power maka isinya tetap tersimpan dengan baik.

Baca Juga: Pengertian dan Fungsi Router

3. NVRAM

Atau yang disebut dengan Non Volatile RAM yaitu berfungsi untuk penyimpanan konfigurasi start up. Sama seperti flash memory, isinya akan tetap ada walaupun router kehilangan power.

4. ROM

Fungsi rom dalam router cisco adalah untuk penyimpanan sistem bootstrap, cara menggunakannya disini. Sehingga bisa digunakan untuk pengaturan proses serta menjalankan POST atau Power on self test serta IOS image.

Menilik Teknologi Cisco

Menilik Teknologi Cisco

Sebagai perusahaan pioneer di bidang teknologi, cisco tentu saja selalu memproduksi teknologi yang terbaru.

Beberapa di antara yang cukup terkenal adalah router, catalyst, firewall, wireless access point, dan masih banyak lagi untuk bidang hardware.

Sedangkan untuk softwarenya, cisco menciptakan banyak sekali teknologi.

Berikut ini secara jelas dijabarkan apa saja teknologi yang telah dihasilkan oleh cisco.


1. IOS atau Internetwork Operating System

Pengembangan teknologi yang dilakukan cisco setiap tahunnya. Sebuah software bernama Internet Operating System atau yang dikenal dengan IOS adalah produk buatan cisco.

Ada begitu banyak fitur yang tersedia dalam IOS secara optimal digunakan untuk operasional jaringan.

2. DNA atau Digital Network Architecture

Teknologi ini dirancang dalam tujuan pemberdayaan konsumen untuk menikmati kecepatan digital.

3. SD-Access atau Software Defined Access

Merupakan teknologi yang yang digunakan untuk menyederhanakan akses jaringan dramatis bagi pengguna. Bisa juga digunakan untuk menyederhanakan perangkat lainnya.

Beberapa hal yang disederhanakan seperti operasional sehari-hari contohnya konfigurasi, penanganan masalah atau troubleshooting.

Adanya teknologi ini bisa memangkas waktu dalam perbaikan yang tadinya dalam hitungan minggu bisa jadi hanya hitungan jam saja.

Teknologi Cisco Packet Tracer

Teknologi Cisco Packet Tracer

Salah satu teknologi yang juga cukup terkenal adalah cisco packet tracer.

Teknologi ini dibuat untuk memudahkan pembelajaran dan pelatihan. Cisco packet tracer adalah simulator jaringan cisco.

Program ini disediakan gratis untuk digunakan di fakultas serta mahasiswa yang masuk ke akademik Cisco.

Dengan adanya alat ini, maka banyak siswa yang paham betul dengan jaringan komputer. Sehingga mampu membangun skill dalam pengoperasian beragai alat jaringan yang disediakan Cisco.

Apa saja fungsi dari cisco packet tracer? Disamping dari tujuannya tersebut yang memudahkan mahasiswa, ada beberapa fungsi yang dimiliki simulator ini.


Pertama adalah memudahkan dalam konfigurasi hingga membangun jaringan antar muka dengan mudah.

Kedua bisa digunakan untuk melatih kemampuan dalam menyelesaikan proyek di kehidupan nyata.

Ketiga berfungsi sebagai pemantauan logistik transfer paket, hingga data lainnya dalam waktu nyata.

Masih banyak, keuntungan yang diberikan oleh teknologi ini. Soal akademi cisco akan dibahas lebih lanjut sebagai berikut ini.

Akademi Network Cisco dan Sertifikasinya

Akademi Network Cisco dan Sertifikasinya

Demi menciptakan sumber daya manusia yang bisa mengoperasikan, mendesain hingga menerapkan semua teknologi yang diciptakan, maka cisco menyelenggarakan Cisco Networking Academy.

Institusi ini berada di Amerika dan Bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan di seluruh dunia.

Harapan dari didirikannya institusi ini adalah supaya pengetahuan untuk mengoperasikan peralatan cisco bisa digunakan dengan baik.

Dengan berdirinya akademik ini maka semua anak didik yang mengikutinya akan mendapatkan sertifikasi sebagai bukti kompetensi.

Beberapa sertifikat yang diberikan dibagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan tingkatan sebagai berikut ini:


1. Sertifikasi Level Associate

Disebut juga dengan Cisco Certified Network Associate atau CCNA. Merupakan sertifikasi dasar yang diberikan sebelum mendapatkan sertifikasi selanjutnya.

Bagi mereka yang mendapatkan sertifikasi ini artinya sudah menguasai dasar jaringan, operasi, konsep serat konfigurasi atau penyelesaian masalah.

Apabila ilmu dasar ini sudah dikuasai, maka ada beberapa sertifikasi lanjutan yang akan diberikan yaitu CCNA Security, CCNA Voice CCNP serta CCNA WIreless.

2. Sertifikasi Profesional

Sertifikasi profesional yang diberikan ini khusus untuk mereka yang sudah memiliki sertifikat CCNA masih valid. Ada beberapa macam dari sertifikasi ini yaitu:

  • CCNP atau Cisco Certified Network Professional
  • CCDP atau Certified Design Professional
  • CCIP atau Certified Internetwork Professional
  • CCSP atau Cisco Certified Security Professional
  • CCVP atau Cisco Certified Voice Professional

3. Sertifikasi Ahli atau Expert

Pada jenis yang ketiga ini terbagi menjadi dua macam saja yaitu CCDE atau Cisco Certified Design Expert.

Sertifikat ini diberikan untuk mereka yang memiliki kemampuan handal dalam optimalisasi, mengembangkan dan memberikan solusi hingga dukungan teknis dan strategis.

Sertifikasi kedua adalah CCIE atau Certified Internetwork Expert yang paling tinggi dengan ujian paling susah.

Dengan adanya sertifikasi ini, maka orang tersebut memiliki kemampuan tentang CIsco meluas baik itu hardware, software serta solusi penggunaan bahkan bisa memberikan konsultasi.